About This Blog

Senin, 21 Mei 2012

Biografi R.A Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan

Rabu, 16 Mei 2012

Arti Ibu Dimataku


Rubrik: Hari Ibu
Bila ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah beliau lakukan terhadap anak- anaknya. Tak hanya sebagai sosok yang lembut, ibu adalah seorang pendamping yang kuat bagi ayah untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan kantor atau usaha sedang pasang surut.
Dimataku, ibu adalah segalanya. Pengorbanan terbesar dalam melahirkanku membuat dirinya mempertaruhkan seluruh nyawa. Bahkan setelah diriku lahir kedunia, ibu dengan penuh kesabaran selalu setia merawat ku sampai besar. Selama hidupnya perjuangan ibu tak kenal lelah, demi membantu ayah, ia pun rela ikut bekerja dari subuh hingga malam. Kadang kita sering membuat ibu bersedih dengan perbuatan yang kita lakukan, dan sering berkata tidak sopan sehingga menyakiti hatinya. Namun, setiap lontaran kata yang menyakitkan tak pernah diingatnya sebagai dendam.
Pendidikan yang lebih tinggi dari ibu terkadang membuat kita menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya saja, ketika Ia hanya bertanya bagaimana menggunakan handphone atau sekedar menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali terlintas di benak kita. Tapi sadarkah, sikapnya yang tulus dan sabar dalam mengajarkan kita pertama kali membaca dan selalu bertanya kepadanya jika tak mengerti sejak kecil, hingga kita menjadi seorang sarjana merupakan contoh nyata rasa sayang tiada akhir kepada seorang anak.
Hari ini kusadari bahwa dirinya adalah sosok yang paling mulia. Seorang ayah mengajarkan kita bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang ibu yang menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pintanya tak banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap doa yang selalu kau panjatkan setiap malam agar kami selalu hidup dalam penyertaan-Nya.

Jumat, 11 Mei 2012

Untukmu Ibu


Di malam yang dingin
Dengan berselimut kesendirian
Kuterbangun menatap langit langit kamarku
Terlintas di benak sosok engkau
Yang selalu menemaniku menjemput pagi
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan
Karena saat ini ku jauh darimu
Mekipun sebenarnya ku tak bisa
Namun ku yakin semua itu akan berakhir
Ibu………..
Aku rindu dengan senyummu
Aku rindu dengan kasih sayangmu
Aku rindu dengan belai lembutmu
Aku rindu akan pelukmu
Ku ingin kau tahu itu
Ibu……….
Kau selalu ada
Di setiap hembusan nafasku
Di setiap langkah kakiku
Di setiap apa yang ku gapai
Karena kau begitu berarti dalam hidupku

Rinduku Abadi Untukmu



Tiap kali rindu menghinggapi benak fikirku, seperti rengkuhan temaram malam yang menyusup kebilik-bilik terkunci.
Hanya namamu yang kuteriakkan kuat-kuat, walau habis suara ini menjerit, walau tenggorokan kian kering berkerak.
Aku tahu engkau hanyalah buah mimpiku, karenanya aku titipkan rindu abadi untukmu.
Kurangkul erat bayangmu, karena dirimu bukanlah milikku.
Aku rela menggugurkan air mata demi melihat engkau tersenyum bahagia, karena kutahu senyummu untuk diriku walau nyatanya engkau bercanda dengan yang lain.
Walau aku tak bisa menjagamu, namun hatiku akan tetap dan selalu terjaga untukmu, rindu yang aku punya abadi untukmu, kuukir indah dengan namamu dialtar hatiku.
Disini… aku akan terus menanti sampai datang founa berganti dan biarpun terbujur tulangku ini, karena inilah keindahan rinduku untukmu walau mungkin tak dapat engkau rasakan sendiri….

Coretan rindu


Kumiliki sepenggal cinta yg tak urung jadi nyata…
Dan sebuah rindu yang hanya mungkin aku sendiri yang mengerti…
Karena dirimu tak mungkin ku miliki…
Seakan penantian yang tak berujung…
Ku tempuh jalan hidupku
Sambil berjanji dalam hati tuk selalu menyayangimu
Meski bayangmu selalu hadir dalam angan dan mimpiku
Kucoba tuk mengerti bahwa asa ini adalah asa yang tak bertepi
Dan kini….aku jatuh cinta lagi
Bila kau baca coretan ini
Jujur aku sangat merindukanmu
Walau tak pantas untukku berharap tentangmu
Karena kau bukan milikku
Kendati berat rasa rindu yang ada…
Tapi ini adalah realita…
Dan aku hanya bisa berucap…
aku sangat mencitaimu….

Cintaku Setulus Yang Kau Mau


mungkin aku memang tak sempurna dimatamu…..
pun tak bisa aku menjadi sempurna….
dan mungkin aku juga bukan yang terindah untuk dapat berdiri disampingmu…
tapi kumohon agar kau tahu maksud hatiku…
ku mau menjadi yang terbaik untuk teman hidupmu…
hati ini sudah sangat lelah,
bahkan letih hingga keujung_ujung persendianku…
dalam pengembaraanku mencari cinta dan sosok seperti dirimu…
yang bisa mengerti dan memahamiku…
kau selalu ada disetiap hembusan nafasku…
namamu pun tak pernah luput dari rajutan do’aku nan kudus…
tapi mengapa kau berlalu dari tatapanku dikala hatiku terpaut atas cinta kepadamu…
kutak mengerti apa sebenar yang engkau mau…
telahpun kupersembahkan hati dan jiwaku satu untukmu…
bayanganmu sentiasa mengulik alam fikirku…
namun diwaktu ini kau telah menjadi sosok yang berbeda…
dulu kau selalu mengerti tapi kini kau berubah menjadi tak peduli…
kau semakin jauh dan betapa sulit untuk kurengkuh…
disini jauh kuberharap…
kau kan kembali menjadi sosok yang dulu…
sosok yang mencintaiku apa adanya karena cintaku pun setulus yang kau mau….

Copy

Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka


nak, belajarlah untuk jatur lebih dahulu
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
.
nak belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
.
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
.
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
.
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
.
nak, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
.
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudiakan kau membahana
.
nak, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka



Copy

IBU


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.


Copy

Jumat, 04 Mei 2012

Aditya artiko

ibuku sayankku, menjadi anakmu adalah takdirku, membahagiakanmu adalah kewajibanku. ibuku sayank, temania aku smpai akhirnya kita harus berpisah sayank, maafkan aku dalam setiap coretan dosa kepadamu, dan selamatkan aku dari lubang kejahatan yang membuat tangisan dalam suci hatimu.


anakmu, aditya artiko

IBUKU

Ibuku is an international design-build team creating a new way of living.  We exist to provide spaces in which people can live in an authentic relationship with nature.  We do this by designing fully functional homes and furniture that are made of natural substances and built in ways that are in integrity with nature.
Best know for creating the architecturally award winning bamboo buildings at Green School, our current project, Green Village, is an innovative residential villa development located within walking distance to the river valley campus.  We are a full service design company that creates one of a kind designs for both residential and commercial spaces as well as artisan crafted bamboo furnishings inspired by a timeless Scandinavian design sensibility. Ibuku’s custom furnishings have captured the imagination and heart of some of the world’s leading designers, entrepreneurs and politicians.
We build lightly on the land, redefining the meaning of luxury with a clear conscience.  Bamboo is uniquely strong, beautiful, and flexible, and with it’s four-year growth cycle and carbon sequestration it is a uniquely efficient resource. Though bamboo has traditionally been used throughout Asia in short-term structures, new treatment methods have given it a capacity for long life.  We harvest and treat all of our own bamboo, selecting for density and maturity, then lab test to confirm its integrity.
In a world of retro-fitting or re-designing traditional items and materials to be incrementally better, we decided to wipe the slate clean and design outside of the box.  Our view on being green comes out of being logical, practical, and conscientious.
Ibuku is creating spaces where living in nature is living in style.

copy

APAKAH BLOG INI LAYAK DITAMPILKAN??